Jumat, 07 Oktober 2011

Beberapa Pendapat Tentang Usaha Tani

Beberapa Pendapat Tentang Usaha Tani - Menurut Bachtiar Rivai (1980) usahatani adalah organisasi dari alam, kerja dan modal yang ditujukan kepada produksi di lapangan pertanian, menurut A.T.Mosher (1966) usahatani adalah sebagian dari permukaan bumi di mana seorang petani, sebuah keluarga tani atau badan usaha lainnya bercocok tanam atau memelihara ternak dan menurut J.P.Makeham dan R.L.Malcolm (1991) usahatani (farm management) adalah cara bagaimana mengelola kegiatan-kegiatan pertanian (http://berusahatani.blogspot.com)

Usaha tani (farming) adalah bagian inti dari pertanian karena menyangkut sekumpulan kegiatan yang dilakukan dalam budidaya. Petani adalah sebutan bagi mereka yang menyelenggarakan usaha tani, sebagai contoh "petani tembakau" atau "petani ikan". Pelaku budidaya hewan ternak (livestock) secara khusus disebut sebagai peternak (id.wikipedia.org)

Penerimaan usahatani adalah total hasil penjualan produksi dikalikan dengan harga yang berlaku dipasar. Selisih antara penerimaan dengan biaya usaha total disebut dengan pendapatan/keuntungan petani sebagai pengelola (Hernanto, 1996).

Menurut Tjakrawilaksana dan Soeriaatmadja (1983), mendefinisikan secara umum pendapatan usahatani adalah sebagai sisa (beda) dan pengurangan nilai-nilai penerimaan usahatani dengan biaya yang dikeluarkan. Jumlah pendapatan ini kemudian dapat dinyatakan besarnya balas jasa atau penggunaan tenaga kerja petani dan keluarganya modal sendiri dan keahlian pengelolaan petani.

Berdasarkan hal tersebut Tjakrawilaksana dan Soeriaatmadja (1983), lebih lanjut menjelaskan bahwa terdapat beberapa pengertian mengenai pendapatan antara lain (1) pendapatan pengelola (pendapatan bersih) yaitu nilai total penerimaan dikurangi nilai total pengeluaran, (2) pendapatan tenaga kerja keluarga tani yaitu pendapatan pengelola ditambah upah kerja keluarga, (3) pendapatan tenaga kerja petani yaitu pendapatan tenaga kerja ditambah sewa lahan dan bunga modal sendiri.

Manajemen usahatani adalah penggunaan secara efisien sumber-sumber yang terdapat dalam keadaan terbatas meliputi ternak, tenaga kerja dan modal. Tujuan akhir pengembangan manajemen usahatani meningkatkan taraf hidup yang lebih tinggi. Kenaikan pendapatan merupakan tujuan jangka pendek dan ini merupakan jalan atau cara untuk mencapai tujuan akhir. Manajemen usahatani meliputi: perencanaan,pengaturan,pelaksanaan dan pengawasan. 

0 komentar:

Posting Komentar

Artikel Seputar Olah Data untuk Penelitian

Inspirasi Agribisnis, Aplikasi Software Statistik dan Referensi Skripsi

Bpbtph Pacet.com

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger